• Jelajahi

    Copyright © Telisik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    #buttons=(Accept !) #days=(20)

    Top Ads

    Health

    Pasar Murah Pesawaran Diserbu Warga, Bukti Harga Pangan Masih Jadi Beban di Bulan Ramadan

    Last Updated 2026-03-28T10:43:38Z


    PESAWARAN
    – Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, tekanan harga kebutuhan pokok masih dirasakan masyarakat. Kondisi ini terlihat jelas saat Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar pasar murah di Lapangan Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Senin (24/2/2026). 


    Ratusan warga memadati lokasi sejak pagi, bahkan antrean panjang tak terhindarkan demi mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa harga pangan di pasaran masih cukup membebani masyarakat kecil.


    Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemkab Pesawaran menyediakan sejumlah komoditas dengan harga subsidi. Di antaranya beras 5 kilogram Rp56.000, gula Rp15.000, minyak goreng Rp15.000, tepung Rp8.000, telur Rp24.000, hingga bawang merah Rp33.000.


    Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., mengakui bahwa pasar murah menjadi salah satu langkah intervensi pemerintah dalam menekan lonjakan harga yang kerap terjadi saat Ramadan.


    “Yang kami hadirkan ini memang di bawah harga pasaran, harapannya bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ujarnya.


    Namun, di balik program tersebut, muncul pertanyaan soal kestabilan harga di tingkat pasar. Pasalnya, antusiasme warga yang membludak menunjukkan bahwa selisih harga antara pasar murah dan pasar umum masih cukup signifikan.


    Pemerintah daerah sendiri merencanakan kegiatan serupa digelar di tujuh titik. Meski demikian, tidak semua kecamatan akan terjangkau program ini.


    “Memang belum bisa merata, tapi kami upayakan agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat luas,” tambah Bupati.


    Di sisi lain, warga berharap program semacam ini tidak hanya bersifat sesaat. Marsinah, salah satu warga yang ikut antre, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.


    “Kalau bisa jangan cuma pas Ramadan saja. Soalnya harga di luar masih mahal, ini sangat membantu kami,” ungkapnya.


    Lonjakan harga kebutuhan pokok setiap memasuki hari besar keagamaan seolah menjadi persoalan berulang. Pasar murah pun kembali hadir sebagai solusi cepat, namun belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar terkait stabilitas harga dan daya beli masyarakat.***

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Pasar Murah Pesawaran Diserbu Warga, Bukti Harga Pangan Masih Jadi Beban di Bulan Ramadan

    Terkini