• Jelajahi

    Copyright © Telisik
    Best Viral Premium Blogger Templates

    #buttons=(Accept !) #days=(20)

    Top Ads

    Health

    Lonjakan Reformasi Birokrasi, Tata Kelola Pengadaan Lampung Selatan Jadi Rujukan Daerah Lain

    Last Updated 2026-01-24T02:09:57Z


    KALIANDA
    - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mencatat lompatan signifikan dalam reformasi birokrasi, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa.


    Dalam penilaian Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025, Lampung Selatan berhasil menempati posisi teratas se-Provinsi Lampung dengan predikat “Sangat Baik”.


    Berdasarkan evaluasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Lampung Selatan meraih skor tinggi 93,15. Nilai tersebut menempatkan Lampung Selatan sebagai kabupaten dengan kinerja tata kelola pengadaan paling unggul di Lampung, bahkan melampaui capaian Pemerintah Provinsi Lampung.


    Capaian ini sekaligus menjadi bukti nyata percepatan reformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, yang menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi belanja daerah.


    Penilaian ITKP tersebut tertuang dalam surat resmi LKPP RI Nomor 1550/D.2.1/01/2026 tertanggal 21 Januari 2026. ITKP merupakan indikator strategis tingkat menengah (meso) dalam Reformasi Birokrasi Nasional serta menjadi bagian dari pengawasan pencegahan korupsi pada sektor pengadaan.


    Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Lampung Selatan, Gunawan menyampaikan, bahwa skor tinggi tersebut diperoleh melalui penguatan sistem pengadaan berbasis elektronik, peningkatan kompetensi aparatur, serta kematangan kelembagaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).


    “UKPBJ Lampung Selatan telah mencapai level kematangan tertinggi, yakni level 9 dari 9, dengan nilai sempurna. Ini menunjukkan sistem dan tata kelola pengadaan telah berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujar Gunawan, Sabtu (24/1/2026). 


    Selain itu, pemanfaatan sistem pengadaan elektronik seperti SiRUP, e-Tendering, e-Purchasing hingga e-Kontrak turut menjadi faktor utama keberhasilan.


    Sementara dari sisi sumber daya manusia, pemenuhan jabatan fungsional pengadaan juga terus diperkuat. 


    Gunawan menambahkan, capaian tersebut bukan hasil instan. Dalam lima tahun terakhir, Lampung Selatan menunjukkan tren perbaikan yang konsisten.


    Dari skor di bawah 20 pada 2021, meningkat perlahan hingga akhirnya melonjak tajam pada 2024 dan mencapai predikat “Sangat Baik” pada 2025.


    “Ini buah dari komitmen bersama, mulai dari pimpinan daerah hingga pelaksana teknis di lapangan,” katanya.


    Ke depan, Pemkab Lampung Selatan menargetkan penguatan inovasi dan evaluasi berkelanjutan agar kualitas pengadaan barang dan jasa semakin berdampak pada percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan publik.***

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Lonjakan Reformasi Birokrasi, Tata Kelola Pengadaan Lampung Selatan Jadi Rujukan Daerah Lain

    Terkini